Tingkatkan Tata Kelola, Imigrasi Semarang Dalami Manajemen Risiko
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang menyelenggarakan kegiatan Manajemen Risiko dan Penyusunan Risk Register pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Ari Widodo, yang menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang baik guna mendukung pencapaian target kinerja secara efektif, efisien, dan akuntabel. Kegiatan ini juga menjadi upaya peningkatan pemahaman pegawai terhadap pentingnya pengelolaan risiko dalam pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari BPKP Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Baihaqi, yang memberikan pemaparan mengenai konsep dasar manajemen risiko, tahapan identifikasi risiko, analisis dan evaluasi risiko, hingga penyusunan risk register sebagai instrumen pengendalian risiko di lingkungan instansi pemerintah. Materi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh unit kerja dalam mengidentifikasi dan memitigasi potensi risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi.
Dalam pelaksanaannya, setiap bidang mengirimkan tiga orang perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi dan praktik penyusunan risk register, sehingga dapat memahami secara langsung penerapan manajemen risiko sesuai dengan karakteristik dan tugas masing-masing bidang. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran di unit kerjanya masing-masing serta menyusun mitigasi risiko yang tepat pada unit kerja masing-masing.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya sadar risiko di lingkungan kerja serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan pengelolaan risiko yang terstruktur dan berkelanjutan, Kanimsus Semarang diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan organisasi, meminimalkan potensi hambatan, serta memastikan tercapainya target kinerja secara optimal.













