Perkuat Desa Binaan, PIMPASA Imigrasi Semarang Perdayakan Masyarakat dan Pengawasan Keiimigrasian di Kadirejo
Komitmen menghadirkan “Imigrasi untuk Rakyat” terus diwujudkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang melalui program Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Pada Selasa, 30 Juni 2026, tim PIMPASA melaksanakan kunjungan ke Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan desa binaan. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama perangkat desa di Balai Desa Kadirejo sebelum dilanjutkan dengan peninjauan sekaligus pemasangan paranet pada kolam budidaya lele. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kondisi kolam agar tidak terpapar panas matahari secara berlebihan sekaligus meminimalkan masuknya sampah yang dapat mengganggu pertumbuhan ikan.

Selain mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat, kunjungan PIMPASA juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat komunikasi dengan pemerintah desa terkait isu-isu keimigrasian. Dalam diskusi yang berlangsung, petugas menyampaikan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi keberadaan orang asing yang melanggar ketentuan, serta mengajak seluruh unsur desa untuk bersama-sama mencegah terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Pemerintah desa juga diimbau agar segera menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas orang asing yang mencurigakan melalui kanal pelaporan “BARATA SI SEMAR”, sehingga setiap informasi dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, Haryono Susilo, menegaskan bahwa program PIMPASA tidak hanya berfokus pada fungsi pengawasan keimigrasian, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat desa. “Melalui PIMPASA, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Imigrasi bukan hanya sebagai institusi yang menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun desa. Kolaborasi dengan pemerintah desa menjadi kunci untuk memperkuat pengawasan orang asing sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TPPO dan TPPM. Semangat Imigrasi untuk Rakyat kami wujudkan dengan hadir langsung, mendengar kebutuhan masyarakat, dan memberikan manfaat yang nyata,” ungkap Haryono Susilo.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Kadirejo dan diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat antara desa binaan dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang. Ke depan, sinergi yang telah terbangun diharapkan mampu mendukung keberhasilan program pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan keimigrasian yang melibatkan peran aktif pemerintah desa dan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan wilayah.













