Kantor Imigrasi Semarang dan UIN Walisongo Jalin Kerja Sama untuk Perkuat Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada Rabu, 22 Juli 2026. Penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan di Kampus UIN Walisongo Semarang ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan sumber daya manusia. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang bersama jajaran, serta pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

Perjanjian kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi antara dunia akademik dan instansi pemerintah. Melalui sinergi tersebut, kedua belah pihak berkomitmen untuk menghadirkan berbagai program yang mampu mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, memperluas wawasan keilmuan, serta mendorong lahirnya inovasi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan saat ini.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, program yang akan segera direalisasikan adalah kegiatan Dosen Praktisi. Melalui program ini, praktisi dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang akan hadir sebagai narasumber di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang untuk memberikan wawasan dan pengalaman praktis mengenai keimigrasian kepada para mahasiswa. Kehadiran praktisi di ruang perkuliahan diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran dengan perspektif yang berasal langsung dari pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian.

Melalui kerja sama ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang berharap hubungan yang terjalin dengan UIN Walisongo Semarang dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kedua institusi. Sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, serta memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai peran keimigrasian dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan nasional.