Peresmian Gedung Baru Unit Layanan Paspor (ULP) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang

Kamis, 20 Desember 2018.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah meresmikan gedung baru Unit Layanan Paspor (ULP) baru di Kompleks Gedung Manunggal Jati, Pedurungan. Penggunaan gedung di Kompleks GOR Manunggal Jati merupakan hasil sinergi antara Kemenkumham Jateng dan Pemerintah Kota Semarang.

Acara diawali dengan persembahan tari gambyong untuk menyambut kehadiran Direktur Jenderal Imigrasi, Ronnie F. Sompie dan Walikota Semarang, Hendrar Prihardi saat memasuki area gedung baru Unit Layanan Paspor (ULP) Manunggal Jati, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang.

Keberadaan ULP ini untuk mengatasi permasalahan tingginya volume permohonan paspor dengan terbatasnya area publik di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang. Selain itu sewa gedung ULP yang lama di wisma HSBC yang masa sewanya telah berakhir.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Dewa Putu Gede, mengawali sambutan mengatakan bahwa peresmian ULP ini dimaksudkan agar program peningkatan pelayanan keimigrasian tetap dapat tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

Menurutnya, pembukaan unit kantor pelayanan baru ini penting, sebab untuk memudahkan serta meningkatkan pelayanan masyarakat di wilayah kerja kantor imigrasi Semarang, terlebih warga Kota Semarang bagian timur dan sekitarnya dalam pengurusan paspor atau sejumlah dokumen lainnya.

“Peresmian ini bukan acara seremonial belaka, tetapi memiliki makna penting yakni menyegarkan pemanfaatan dari unit yang telah diresmikan, “katanya.

Sementara itu, Walikota Semarang, Hendrar Prihardi memberikan apresiasi atas langkah-langkah Keimigrasian dalam berinovasi.

“Imigrasi telah membuat terobosan-terobosan, mulai dari membentuk ULP, Layanan Antrian Online, mempermudah birokrasi pengurusan paspor dan masih banyak lagi, “pujinya.

Menurutnya, pembuatan paspor saat menjadi kebutuhan yang mutlak bagi masyarakat. Maka pelayanan yang prima harus dilakukan. “Saat saya masih kecil beranggapan yang mengurus paspor hanya pejabat dan orang kaya. Namun sekarang tidak. Semua orang bisa melakukannya. Kami senang adanya kantor baru ini. Semoga pelayanan semakin cepat,” harapnya.

Disisi lain, Direktur Jenderal Imigrasi, Ronny Sompie mengawali sambutan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang yang telah memberikan pinjaman gedung untuk ULP.

“Ini merupakan sinergitas antara Kanwil dengan Pemerintah Kota Semarang. Tidak ada jamannya lagi ego sektoral, kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat, “jelasnya.

Mengakhiri sambutan, Dirjen Imigrasi berharap dengan keberadaan ULP Manunggal Jati yang berlokasi di Semarang Timur bisa secara maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kota Semarang khususnya bagian Timur.

Untuk diketahui, peresmian gedung baru ULP Kanim Kelas I TPI Semarang ini dihadiri jajaran Forkopimda Kota Semarang, Jajaran Pimti Pratama Kanwil Jateng, Kepala Kanim se Jawa Tengah, Kepala UPT Kota Semarang,Pejabat Administrator dan Pengawas Kanwil Jateng.

Publikasi Keimigrasian di Area Car Free Day (CFD) Simpang Lima dengan Tema “Pencegahan TKI Non Prosedural”

Minggu, 16 Desember 2018 Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang mengadakan publikasi di Event Publik Car Free Day Simpang Lima yang diisi dengan acara Talk show dengan tema “Pencegahan TKI Non Prosedural”.

Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB, dengan melakukan penyebaran brosur dan pemberian informasi keimigrasian kepada para pengunjung, antara lain alur proses pembuatan paspor, proses registrasi online, persyaratan pembuatan paspor, biaya pembuatan paspor serta permohonan paspor hilang / rusak. Masyarakat cukup antusias untuk mendapatkan informasi di stand Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang.

Pukul 08.00 dilanjutkan dengan Talkshow Interaktif dengan Narasumber Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Jawa Tengah, Bapak Ramli HS. dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Bapak Filianto Akbar. Talkshow ini disiarkan langsung oleh IMTV channel 50 UHF. Bapak Ramli HS, menyampaikan bahwa bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang akan bekerja di luar negeri harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dengan melapor dulu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI). Karena dengan begitu, para CTKI akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan terlebih dahulu, sehingga mereka siap dalam bekerja di luar negeri dan mengurangi miss under standing dengan si pemberi kerja.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Bapak Filianto Akbar menyampaikan bahwa Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang terus berupaya dalam melakukan pencegahan TKI non prosedural dengan melakukan profesionalisme dalam penerbitan paspor bagi masyarakat. Jajaran pegawai Imigrasi terutama di bagian wawancara, harus jeli melihat kejanggalan – kejanggalan jawaban yang disampaikan oleh para pemohon paspor yang bermaksud menjadi Tenaga Kerja Indonesia tidak melalui prosedur yang ada. Perkembangan pelayanan keimigrasian juga diwujudkan dengan adanyan Sistem Antrian Paspor Online. Jika sebelumnya para pemohon harus datang pagi – pagi dan berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor antrian, sekarang ini pemohon paspor bisa melakukan booking waktu dari rumah dan nantinya bisa datang sesuai dengan tanggal dan waktu yang telah dipilih sebelumnya.

https://www.youtube.com/watch?v=oA4nkEG7QwQ&feature=youtu.be