• Kantor Imigrasi Kelas I Semarang

    Jl. Siliwangi No. 514 Semarang *|* Telpon 024 7623144 / 024 7623145 *|* SMS Center 08112 78 5588

Print
E-mail
Jumat, 12 Juni 2015 , 18:00:0

“Bebas Visa kunjungan diberikan kepada orang asing warga negara dari negara tertentu dan pemerintah wilayah administrasi khusus dari negara tertentu dengan memperhatikan asas timbal balik dan asas manfaat,” bunyi Pasal 2 Perpres tersebut.

Daftar negara tertentu dan Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu tercantum dalam lampiran Perpres tersebut, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Perpres No. 69 Tahun 2015 itu.

“Orang Asing sebagaimana dimaksud diberikan izin tinggal kunjungan untuk waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari, dan tidak dapat diperpanjang atau dialihstatuskan menjadi izin tinggal lainnya,” bunyi 4 Ayat (1,2) Perpres tersebut.

Dalam hal Orang Asing warga negara dari negara tertentu yang dibebaskan dari kewajiban memiliki visa kunjungan akan tinggal lebih dari jangka waktu yang telah ditentukan, dan atau akan melakukan kegiatan selain dalam rangka kunjungan wisata, yang bersangkutan dapat diberikan visa kunjungan atau visa kunjungan saat kedatangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Perpres ini, Orang Asing warga negara dari negara tertentu dan pemerintah wilayah administratif khusus dari negara tertentu yang telah diberikan bebas visa kunjungan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2011, dinyatakan tetap berlaku.

“Orang Asing sebagaimana dimaksud dibebaskan dari kewajiban memiliki visa kunjungan dalam rangka tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, wisata, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain,” bunyi Pasal 6 Ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2015 itu.

Orang Asing sebagaimana dimaksud dapat masuk ke Indonesia melalui seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi, dan memperoleh izin tinggal kunjungan untuk waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari dan tidak dapat diperpanjang masa berlakunya atau dialihstatuskan menjadi izin tinggal lainnya.

Dengan Perpres No. 69 Tahun 2015 ini, maka Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2003 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2011 dicabut, dan dinyatakan tidak berlaku. (adk/jpnn)

Berikut 45 Negara yang Bebas Visa Kunjungan Wisata ke Indonesia

30 Negara yang bebas visa kunjungan untuk Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu:
Tiongkok, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, Jerman Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.

Tempat Pemeriksaan Imigrasi:
Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Kuala Namu (Medan), Juanda (Surabaya), Hang Nadim (Batam), Pelabuhan Laut Sri Bintan, Pelabuhan Laut Sekupang, Pelabuhan Laut Batam Center, dan Pelabuhan Laut Tanjung Uban (Riau).

13 Negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertentu yang dinyatakan bebas visa kunjungan:
Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

2 Pemerintahan Administratif Khusus dari negara yang bebas visa kunjungan:
Hong Kong dan Makao

 
Print
E-mail

Semarang – Jum’at 12 Juni 2015 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly kembali melakukan safari kunjungan kerja (kunker). Kali ini, Menkumham melakukan kunker ke daerah Jawa Tengah. Selama satu hari, Menkumham mengunjungi beberapa satuan kerja (satker) yang ada di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah.

Sekitar pukul 13.00 WIB Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly ,Sekjen Kementerian Hukum dan HAM (Dr. Bambang Rantam Sariwanto, S.H., M.M.) , Irjen (Dr. Aidir Amin Daud, S.H., M.H., DFM.) dan rombongan lainnya tiba di Kantor Imigrasi Kelas I Semarang.

Setibanya di Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Menteri dan Rombongan langsung menuju ke Pelayanan  Paspor dan melakukan wawancara langsung dengan pemohon Paspor, hal yang ditanyakan oleh Menkumham antara lain adalah seputar pelayanan yang diberikan oleh petugas dan kendala pada tahapan wawancara. Selain itu pemeriksaan lainnya dilakukan oleh  Sekjen Kementerian Hukum dan HAM (Dr. Bambang Rantam Sariwanto, S.H., M.M.) , Irjen (Dr. Aidir Amin Daud, S.H., M.H., DFM.) ke sarana dan prasarana di Kantor Imigrasi Kelas I Semarang. Dalam kunjungannya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly berpesan kepada pegawai di Kantor Imigrasi Kelas I Semarang untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat pemohon jasa Keimigrasian.

 
Print
E-mail

(Bali, 05 Juni 2015) Imigrasi Ngurah Rai kembali tangkap Warga Negara Asing yang diduga melakukan penyalahgunaan izin keimigrasian, kali ini yang ditangkap adalah 36 orang warga negara asing yang terdiri dari 33 Orang Warga Negara RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dan 3 orang Warga Negara Taiwan (data terlampir), untuk penangkapan kali ini Imigrasi Ngurah Rai dibantu oleh pihak Kepolisian.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah Kabid. Wasdakim Kanim Ngurah Rai, Bapak Mohamad Soleh mendapatkan informasi dari salah seorang informan mengenai kegiatan mencurigakan pada sebuah villa di Jl. Bukit Damai Villa No. 101, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. Berdasarkan hasil pengawasan diketahui bahwa villa tersebut merupakan Villa yang disewakan, namun pada saat pemilik villa mengunjungi villa miliknya tersebut dengan mengetuk pintu, tidak terdapat jawaban dari penghuni villa dan terdengar suara dari beberapa orang didalam villa tersebut berbicara menggunakan bahasa asing seperti bahasa Mandarin serta terlihat bahwa jendela villa tersebut ditutupi dengan tirai dan plester lakban sehingga segala aktivitas didalam villa tidak dapat terlihat dari luar.

Pada saat tiba di lokasi villa, petugas Imigrasi mencoba mengetuk pintu beberapa kali namun tidak dibukakan pintu sehingga pihak Imigrasi kemudian menghubungi Kepala Lingkungan serta Kepolisian untuk meminta bantuan masuk kedalam villa yang disaksikan oleh pemilik villa serta beberapa warga sekitar. Setelah Petugas Imigrasi dan pihak Kepolisian masuk kedalam villa, beberapa diantara penghuni villa tersebut berusaha melarikan diri namun berhasil diamankan oleh Petugas Imigrasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan Petugas Imigrasi ditemukan warga Negara asing yang berjumlah 36 orang diantaranya 13 orang laki-laki dan 23 orang lainnya perempuan. Dari ke-36 warga negara asing tersebut, hanya satu orang yang dapat menunjukan paspor yaitu a.n. LIHUA DENG yang berkebangsaan RRT. Dari hasil pemeriksaan sementara oleh Petugas Imigrasi juga diketahui bahwa 33 orang asing  berkebangsaan RRT dan 3 orang asing lainnya berkebangsaan Taiwan, Warga Negara Asing lainnya tidak dapat menunjukan paspor mereka dengan alasan dipegang oleh salah satu teman mereka di Jakarta.

Pada saat Petugas Imigrasi dan pihak Kepolisian memeriksa kedalam villa terdapat beberapa barang yang dicurigai seperti puluhan unit telepon, laptop, modem, router, kabel jaringan dan kalkulator. Beberapa barang bukti lainnya telah dihilangkan dengan cara dibakar oleh orang asing tersebut berupa kertas-kertasbertuliskan angka dan huruf Mandarin. Dugaan sementara dari Petugas Imigrasi, ke-36 orang asing tersebut diduga melakukan cyber crime, oleh karena itu Imigrasi akan berkoordinasi dengan kepolisian, Keminfo dan instansi terkait lainnya untuk mendalami kasus tersebut.

Saat ini, ke-36 Warga Negara RRT dan Taiwan tersebut diamankan di Rumah Detensi Imigrasi karena sampai saat inimeraka belum dapat menunjukan paspor. Hingga saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kegiatan yang dilakukan oleh ke-36 warga negara asing tersebut yang diduga melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Pasal 122 huruf a juncto Pasal 72 ayat 1.

Ke depannya Imigrasi Bali akan lebih memperketat pengawasan terhadap warga negara asing yang melakukan kegiatan di Wilayah Bali, dan diharapkan masyarakat dapat turut serta membantu melaporkan terhadap adanya kegiatan yang mencurigakan dari warga negara asing yang berada di Wilayah Indonesia khususnya di Wilayah Bali, serta lebih meningkatkan koordinasi dan kerjasama dalam rangka pengawasan Keimigrasian dengan instansi terkait.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 20

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini32
mod_vvisit_counterKemarin281
mod_vvisit_counterMinggu Ini32
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin2222
mod_vvisit_counterBulan Ini1511
mod_vvisit_counterBulan Kemarin12507
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan148218
We have: 2 guests, 1 members online
IP Anda: 54.162.227.136
 , 
Sekarang: 06-Jul-2015

Flag Counter

Support Center

Hasil Poling Kualitas Pelayanan Imigrasi Hingga Tahun 2014

Menurut Anda, Bagaimana Kualitas Pelayanan Kantor Imigrasi Kelas I Semarang?

Sangat Memuaskan - 9.1%
Memuaskan - 42.4%
Cukup Memuaskan - 21.2%
Kurang Memuaskan - 9.8%
Mengecewakan - 17.4%
The voting for this poll has ended on: 31 Des 2014 - 00:00

Poling Kualitas Pelayanan Kantor Imigrasi Tahun 2015

Bagaimana Kualitas Pelayanan Kantor Imigrasi Semarang?

Imigrasi Semarang on Video

Pengadaan Barang / Jasa

Informasi Lelang

LPSE

Agenda Kegiatan

No events
Free visitor tracking, live stats, counter, conversions for Joomla, Wordpress, Drupal, Magento and Prestashop