• Kantor Imigrasi Kelas I Semarang

    Jl. Siliwangi No. 514 Semarang *|* Telpon 024 7623144 / 024 7623145 *|* SMS Center 08112 78 5588

Print
E-mail

Lili Sunardi Senin, 31/08/2015 18:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pemberian fasilitas bebas visa wisatawan asal 30 negara oleh pemerintah meningkatkan jumlah warga negara asing yang masuk ke dalam negeri.

Ronny Sompie, Direktur Jenderal Imigrasi, mengatakan pada Juni-Agustus 2015 terdapat 864.982 orang warga negara asing masuk ke Indonesia. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya terdapat 740.718 orang warga negara asing yang masuk ke dalam negeri.

Memang pada Juni-Agustus 2015 ada kenaikan warga negara asing yang masuk ke  Indonesia hingga 124.264 orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/8/2015).

Ronny menuturkan berdasarkan data pemberian izin tinggal terbatas pada 2015, warga negara Tiongkok menjadi yang paling banyak masuk ke Indonesia dengan jumlah mencapai 20.911 orang. Kemudian warga negara Jepang 17.911 orang, dan Korea Selatan 15.495 orang.

Adapun jumlah tenaga kerja asal Tiongkok yang masuk sejak Januari hingga Agustus 2015 mencapai 16.328 orang, dan pekerja asal Jepang 10.838 orang, serta pekerja asal Korea Selatan 8.172 orang.

Untuk warga negara yang dideportasi, hingga Agustus 2015 kami telah mendeportasi 9.000 warga negara asing dengan 6.000 jenis pelanggaran, ujarnya.

Sebelumnya beredar kabar adanya serbuan tenaga kerja asal China ke Indonesia. Namun, hal tersebut dibantah oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri yang mengatakan telah melakukan seleksi ketat terhadap keberadaan tenaga kerja asing.

Berdasarkan data Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan untuk TKA China dari 1 Januari 2014 hingga Mei 2015 mencapai 41.365 orang, dan yang masih berada di Indonesia sebanyak 12.837 orang

 
Print
E-mail

Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Ronny F. Sompie, menyampaikan penangkapan Warga Negara Asing (WNA) di komplek Vila Bali Residence, Jimbaran, Ubud Selatan, Bali. Ke- 48 warga asing yang ditangkap pada Kamis 20 Agustus 2015, terdiri dari 47 warga Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan satu warga Taiwan. Para WNA tidak memiliki ijin tinggal yang sah selama berada di Indonesia.

Menurutnya, sekitar 25 warga tiongkok meggunakan paspor, lalu 22 yang lain belum ditemukan paspor. “Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara masyarakat dan Kanim (Kantor Imigrasi) Khusus Ngurah Rai,” ujar Ronny saat konferensi pers di Gedung Sentra Mulia, Jakarta, Jumat (21/08/2015).

Lebih lanjut Dirjen Imigrasi menjelaskan, para WNA dikenai Pasal 122 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana lima tahun penjara, dan pemilik penginapan terancam hukuman pidana tiga bulan. “Saat ini, WNA masih dititipkan di Kantor Imigrasi Bali untuk penyelidikan lebih lanjut, dan pihak perwakilan negara asal WNA telah dihubungi untuk koordinasi lebih lanjut,” terang Ronny yang baru saja dilantik menjadi Dirjen Imigrasi pada Senin 10 Agustus 2015.

Biasanya, lanjut Ronny, para WNA ini terlibat kasus cyber crime (kejahatan dunia maya). Walaupun beroperasi di Bali, akan tetapi target para komplotan ini adalah warga negara-negara maju. Ketika ditanya tindakan apa yang akan dilakukan terhadap pelaku cyber crime, Ronny menerangkan, bahwa hal tersebut bukan ranah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi. "Kalau kasus cyber crime memang bukan ranah kompetensi Direktorat Jenderal Imigrasi karena penyidikannya pasti kami serahkan ke penyidik kepolisian untuk ditindaklanjuti," ujar Ronny.

 
Print
E-mail

Bertempat di Lapangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah di laksanakan Upacara memperingkati HUT Ke- 70 Kemerdekaan RI, dalam kesempatan ini di hadiri oleh Seluruh Kepala Divisi ,Seluruh Pajabat Struktural Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah dan UPT Kota Semarang, pada Upacara HUT Ke-70 Kemerdekaan RI memgambil Tema “ Ayo Kerja” dan Sebagai Inspektur Upacara Plh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah Tarsono, di dalam amanat nya membacakan Sambutan Menteri Hukum dan HAM RI yang berisi mari dengan semangat “kami PASTI” kita bekerja dan berprestasi. Dengan semangat “ Kami PASTI” mari bersinergi untuk menghindari disintegrasi. Dengan semangat “ Kami PASTI “ mari kita berinovasi untuk bangsa yang mandiri. Dengan semangat”Kami PASTI” lanjutkan perjuangan para pendahulu untuk Indonesia yang lebih Maju. Dengan semangat” Kami PASTI” mari kita mengabdi bagi kejayaan negeri.



 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 25

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini123
mod_vvisit_counterKemarin485
mod_vvisit_counterMinggu Ini1854
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin2428
mod_vvisit_counterBulan Ini1439
mod_vvisit_counterBulan Kemarin11860
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan171106
We have: 5 guests online
IP Anda: 54.83.86.77
 , 
Sekarang: 04-Sep-2015

Flag Counter

Support Center

Hasil Poling Kualitas Pelayanan Imigrasi Hingga Tahun 2014

Menurut Anda, Bagaimana Kualitas Pelayanan Kantor Imigrasi Kelas I Semarang?

Sangat Memuaskan - 9.1%
Memuaskan - 42.4%
Cukup Memuaskan - 21.2%
Kurang Memuaskan - 9.8%
Mengecewakan - 17.4%
The voting for this poll has ended on: 31 Des 2014 - 00:00

Poling Kualitas Pelayanan Kantor Imigrasi Tahun 2015

Bagaimana Kualitas Pelayanan Kantor Imigrasi Semarang?

Imigrasi Semarang on Video

Pengadaan Barang / Jasa

Informasi Lelang

LPSE

Agenda Kegiatan

No events
Free visitor tracking, live stats, counter, conversions for Joomla, Wordpress, Drupal, Magento and Prestashop